Scroll untuk baca artikel
EKONOMI

Palu Perkuat Pangan Lokal untuk Jaga Inflasi

307
×

Palu Perkuat Pangan Lokal untuk Jaga Inflasi

Sebarkan artikel ini

PALU,CINDOnews – Pemerintah Kota Palu memperkuat produksi pangan di tingkat kelurahan sebagai salah satu strategi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu yang dipimpin Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, Selasa 6/10/26, di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), khususnya Palu Menanam.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi komoditas pangan lokal sehingga pasokan di pasar dapat lebih terjaga dan tekanan harga bisa ditekan.

Imelda mengatakan, program tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada pagi hari yang sama, ia memimpin panen tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.

Panen itu menjadi bagian dari upaya memanfaatkan lahan di tingkat kelurahan untuk menghasilkan komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.

“Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil,” ungkap Imelda.

Program Palu Menanam dikembangkan di sejumlah kelurahan dengan komoditas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah. Komoditas yang ditanam antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung.

Menurut Pemkot Palu, peningkatan produksi lokal penting untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga komoditas strategis.

Dalam rapat TPID tersebut, perkembangan inflasi Kota Palu hingga September 2026 juga dievaluasi. Palu tercatat masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.

Inflasi Palu tercatat 0,17 persen secara month to month (m-to-m), 2,82 persen secara year to date (y-to-d), dan 2,80 persen secara year on year (y-on-y).

“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” ucap Imelda.

Selain Palu Menanam, TPID mengevaluasi sejumlah langkah pengendalian harga, seperti pasar murah, program Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting, serta pasar tani.

Imelda menegaskan seluruh OPD perlu memperkuat koordinasi agar produksi pangan, pasokan pasar, dan stabilitas harga dapat terus terjaga. (*)