Scroll untuk baca artikel
CINDOnews

BMKG Catat Lonjakan Partikulat, Udara Palu Masuk Zona Bahaya

171
×

BMKG Catat Lonjakan Partikulat, Udara Palu Masuk Zona Bahaya

Sebarkan artikel ini

PALU, CINDOnews – Kualitas udara di Kota Palu menunjukkan kondisi mengkhawatirkan. Data pemantauan SPAG Lore Lindu Bariri-BMKG pada Jumat 16/10/26 pukul 14.00–15.00 WITA.

SPAG lore Lindu BMKG mencatat konsentrasi PM10 sebesar 249 µg/m³, PM2.5 mencapai 251 µg/m³, dan PM1 sebesar 245 µg/m³., Hal itu disampaikan oleh Kepala SPAG BMKG Sulteng, asep dalam siaran persnya.

Menurutnya Lonjakan partikulat tersebut dikaitkan dengan kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik dari wilayah Sulawesi Tengah maupun kiriman asap jarak jauh.

Analisis karakteristik partikel menunjukkan dominasi partikulat berukuran sangat halus. Kondisi ini dinilai lebih menyerupai karakteristik asap pembakaran biomassa dibandingkan debu jalanan yang umumnya didominasi partikel berukuran lebih besar.

Sejumlah wilayah diduga menjadi sumber emisi, termasuk Tojo Una-Una, Morowali, Banggai, dan Banggai Laut. Kebakaran di kawasan perbukitan Mafroto, Kecamatan Ulubongka, serta titik kebakaran lokal di Kota Palu turut disebut dalam analisis tersebut.

Pergerakan angin dari timur hingga tenggara diperkirakan membawa asap menuju Lembah Palu. Kondisi kemarau dan minimnya hujan juga berpotensi membuat partikel polutan bertahan lebih lama di udara.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi perhatian karena partikel berukuran kecil dapat masuk jauh ke saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker yang sesuai, serta hindari pembakaran sampah yang dapat memperburuk pencemaran udara. (*)