PALU, CINDOnews – Dalam suasana malam yang tenang, Senin 3/11/26, Dr. Egar Mahesa, S.H., M.H., C.DM., C.Med., CPArb., bersama sejumlah tokoh muda melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman H. Rusdi Mastura, mantan Wali Kota Palu dua periode sekaligus mantan Gubernur Sulawesi Tengah yang akrab disapa Om Cudi.
Om Cudi dikenal sebagai sosok pemimpin yang sederhana, berwibawa, dan tetap menjaga nilai-nilai kepemimpinan meskipun telah menyelesaikan masa jabatannya. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi ruang diskusi untuk membicarakan berbagai persoalan serta tantangan yang tengah dihadapi Sulawesi Tengah.
Salah satu pembahasan penting dalam pertemuan itu adalah insiden yang terjadi di wilayah Nunu dan Anoa. Keduanya berpandangan bahwa peristiwa tersebut harus menjadi pembelajaran bagi seluruh elemen masyarakat agar setiap persoalan dan perselisihan diselesaikan melalui jalur hukum serta musyawarah, bukan dengan tindakan kekerasan.
Selain itu, diskusi juga menyoroti pentingnya keterlibatan para tokoh daerah dalam mendukung Kapolda Sulawesi Tengah menjalankan instruksi Kapolri, khususnya dalam upaya pemberantasan narkotika dan memutus mata rantai peredarannya di wilayah Sulawesi Tengah.
Di tengah perbincangan tersebut, suasana sempat berubah haru ketika Om Cudi berbicara mengenai generasi muda dan masa depan Sulawesi Tengah. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan.
Ia juga menegaskan tekadnya untuk terus mengabdikan diri hingga akhir hayat demi memberikan kontribusi bagi kesejahteraan dan kebaikan masyarakat Sulawesi Tengah.
Sementara itu, Dr. Egar Mahesa mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Om Cudi yang dinilainya tetap rendah hati dan memiliki kepedulian besar terhadap daerah meskipun pernah menduduki jabatan tertinggi di tingkat pemerintahan provinsi.
“Beliau adalah tokoh yang tetap rendah hati meski pernah memimpin daerah ini. Kami mendukung penuh langkah-langkah beliau dalam upaya perbaikan ekonomi serta pembinaan generasi muda Sulawesi Tengah,” ujar Dr. Egar.
Lebih lanjut, Dr. Egar menilai pertemuan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Menurutnya, tokoh daerah, praktisi hukum, dan masyarakat perlu membangun sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat penegakan hukum, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
“Sulawesi Tengah tidak akan maju hanya karena satu orang, melainkan karena adanya tokoh-tokoh yang peduli, generasi muda yang berintegritas, serta hukum yang ditegakkan secara adil.”
Pertemuan malam itu menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap daerah tidak berhenti ketika seseorang mengakhiri masa jabatannya. Pengabdian, keteladanan, dan komitmen untuk menjaga kepentingan masyarakat merupakan nilai yang tetap dibutuhkan dalam perjalanan membangun Sulawesi Tengah. (*)








