Scroll untuk baca artikel
CINDOnews

Kualitas Udara Belum Membaik, Sekolah di Palu Terpaksa Belajar Daring

215
×

Kualitas Udara Belum Membaik, Sekolah di Palu Terpaksa Belajar Daring

Sebarkan artikel ini
FOTO: Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, didampingi Sekkot Palu, Kalak BPBD Kota Palu dan Kadis Dikbud Kota Palu, saat memberikan penyampaian terkait kebijakan penerapan pembelajaran daring di sekolah, imbas dari kualitas udara Kota Palu yang belum membaik, Minggu (18/10/2026). FOTO: DOK PEMKOT PALU

PALU, CINDOnews – Pemerintah Kota Palu menetapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD, SD, dan SMP selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (19–21 Oktober 2026), menyusul kondisi kualitas udara yang masih belum baik. Kebijakan tersebut diambil meskipun hasil pemantauan menunjukkan penurunan tingkat pencemaran udara.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menyampaikan imbauan tersebut di Lapangan Faqih Rasyid, Minggu (18/10/2026). Ia meminta masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah dan menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik.

Berdasarkan data pemantauan yang diterima BPBD Kota Palu, konsentrasi PM1 pada 16 Oktober tercatat 245 µg/m³, PM2.5 sebesar 251 µg/m³, dan PM10 sebesar 249 µg/m³. Pada 18 Oktober, angka tersebut menurun menjadi PM1 sebesar 153 µg/m³, PM2.5 sebesar 160 µg/m³, dan PM10 sebesar 162 µg/m³.

“Walaupun sudah mengalami penurunan, kondisi udara masih belum baik. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah maupun di dalam ruangan apabila merasa kurang sehat,” ujar Hadianto.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi mengatakan, keputusan pembelajaran daring diambil berdasarkan komunikasi dan musyawarah dengan wali kota, Sekretaris Daerah Kota Palu, serta sejumlah perangkat daerah terkait, termasuk BPBD dan Dinas Kesehatan.

Menurut Hardi, pembelajaran daring selama tiga hari diberlakukan untuk seluruh jenjang PAUD, SD, dan SMP di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu. Kebijakan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara.

“Mulai Senin, Selasa, sampai Rabu, kita belajar daring sambil menunggu kondisi udara Kota Palu menjadi lebih baik. Jika setelah tiga hari kualitas udara sudah membaik, pembelajaran akan kembali dilaksanakan secara tatap muka,” kata Hardi.

Ia meminta kepala sekolah, pengawas, guru, dan orang tua siswa menyampaikan informasi tersebut agar pelaksanaan pembelajaran daring berjalan sesuai ketentuan.

Wali Kota Palu juga meminta warga yang mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan akibat kondisi udara segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Pemerintah Kota Palu memastikan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit siap memberikan pelayanan terbaik serta perhatian khusus bagi warga yang terdampak kondisi udara saat ini,” tegasnya.

Pemerintah Kota Palu akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi terkini.