PALU, CINDOnews – Petarung seni bela diri campuran (mixed martial arts/MMA), Rudy Agustian atau yang dikenal sebagai Rudy Golden Boy, berbagi motivasi dengan warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palu, Sabtu (24/10/2026). Ia mengajak warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Rudy hadir bersama tim kolaborasi yang melibatkan Nakua Fighting Club, promotor The Syndicate, serta Asosiasi Olahraga Kombat Indonesia (AOKI). Kehadiran Rudy di Palu juga berkaitan dengan pengembangan olahraga kombat dan pembinaan petarung lokal melalui ajang By One The Proof yang diselenggarakan The Syndicate pada Sabtu (24/10/2026).
Rudy merupakan petarung MMA yang masih aktif berkarier. Selain mendirikan Baku Hantam, ajang olahraga kombat di Indonesia, ia juga menjadi matchmaker Holywings Sports Show (HSS), yang bertugas menyusun dan mempertemukan petarung dalam pertandingan.
Di hadapan warga binaan, Rudy menyebut kunjungan tersebut sebagai momen istimewa sekaligus kebanggaan baginya. Ia membagikan pengalaman perjalanan kariernya untuk mendorong warga binaan agar tetap memiliki harapan dan kemauan untuk berubah.
“Pas saya totalitas dan konsisten, saya bisa seperti sekarang. Intinya, tidak ada kata telat. Setiap orang punya masa dan waktunya sendiri, kapan dia tercerahkan dan kapan dia bisa berubah,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, perubahan membutuhkan kesungguhan dan konsistensi. Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, terlepas dari masa lalu yang pernah dijalani.
Ia juga mengingatkan warga binaan agar tidak kehilangan harapan selama menjalani masa pembinaan. Kesempatan kedua, kata dia, selalu terbuka bagi mereka yang bersedia berusaha dan mengambil langkah nyata untuk mengubah hidup.
Rudy berharap warga binaan dapat menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berbenah dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, masa lalu tidak harus menentukan masa depan seseorang selama ada kemauan untuk berubah dan usaha yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, Rudy bersama tim kolaborasinya berharap pesan tentang konsistensi, perubahan, dan kesempatan kedua dapat menjadi dorongan bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pembinaan.














