Scroll untuk baca artikel
CINDOnews

PSMTI dan Yonif 711/Raksatama Bagikan 2 Ribu Masker, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap di Palu

68
×

PSMTI dan Yonif 711/Raksatama Bagikan 2 Ribu Masker, Peduli Warga Terdampak Kabut Asap di Palu

Sebarkan artikel ini
oplus_32

PALU, CINDOnews – Di tengah kabut asap yang menyelimuti Kota Palu dan sekitarnya, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menjadi hal yang kian penting. Menyadari risiko paparan debu dan partikel polutan bagi kesehatan, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) bersama Batalyon Infanteri 711/Raksatama turun langsung membagikan masker kepada warga.

Aksi sosial tersebut berlangsung di Jalan Emmy Saelan, Kota Palu, Sabtu (24/10/2026). Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada masyarakat sebagai upaya membantu mengurangi risiko paparan polusi udara, terutama bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.

Ketua PSMTI, Wijaya Chandra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.

Menurut dia, partikel debu dan polutan hasil pembakaran dapat membahayakan kesehatan, meskipun keberadaannya tidak selalu terlihat secara kasatmata.

“Partikel debu ini tidak kelihatan, tetapi sangat membahayakan kesehatan masyarakat,” kata Wijaya.

Pembagian masker di Jalan Emmy Saelan bukanlah aksi pertama yang dilakukan PSMTI untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi udara yang kurang baik.

Sebelumnya, PSMTI telah menyalurkan 1.000 masker bersama Denpal Kodam di Jalan Maluku serta 2.000 masker bersama personel Brimob di kawasan Taipa.

Dengan penyaluran terbaru tersebut, total masker yang telah dibagikan mencapai sekitar 5.000 buah.

Wijaya menjelaskan, distribusi masker juga menjangkau sejumlah sekolah dan lokasi lain yang membutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melindungi kesehatan pernapasan, khususnya ketika kualitas udara memburuk.

Bagi PSMTI, kegiatan sosial tersebut tidak sekadar membagikan perlengkapan pelindung diri, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kesehatan masyarakat berkaitan erat dengan kondisi lingkungan.

Wijaya mengajak masyarakat untuk tidak hanya melindungi diri dari paparan polusi, tetapi juga mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam.

Ia mengingatkan agar praktik pembukaan lahan dengan cara membakar dihentikan karena dapat menimbulkan pencemaran udara dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Mari kita jaga alam dan lingkungan. Kalau lingkungan dipenuhi polusi dan racun, tentu anak cucu kita akan kesulitan hidup sehat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memperkuat semangat gotong royong dan saling membantu dalam menghadapi kondisi tersebut. Wijaya berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu meredakan kondisi kabut asap yang terjadi di Kota Palu.

Keterlibatan Yonif 711/Raksatama dalam kegiatan ini memperlihatkan peran TNI dalam mendukung aksi kemanusiaan di tengah masyarakat.

Komandan Yonif 711/Raksatama, Letkol Inf Ary Eko Pramono, S.Sos., M.IP., mengatakan partisipasi prajurit dalam kegiatan tersebut didasari semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama.

“Pada dasarnya, tidak ada alasan lain selain kemanusiaan. Kami ingin membantu seluruh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ary, kegiatan sosial yang melibatkan TNI dan elemen masyarakat memiliki arti penting, bukan hanya dalam memberikan bantuan langsung, tetapi juga mempererat hubungan antara prajurit dan warga.

Ia menegaskan kesiapannya untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam kegiatan kemanusiaan, selama orientasinya adalah membantu masyarakat tanpa kepentingan lain.

Kolaborasi tersebut, menurut dia, menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran TNI di tengah warga diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan.

Ary juga berharap kondisi kabut asap segera berakhir, kualitas udara kembali membaik, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman tanpa terganggu persoalan pernapasan.

Aksi PSMTI bersama Yonif 711/Raksatama menjadi pengingat bahwa menghadapi persoalan lingkungan membutuhkan kepedulian bersama. Bantuan masker dapat menjadi salah satu langkah perlindungan, tetapi upaya mengurangi sumber pencemaran tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat, kesadaran untuk melindungi diri, menghentikan pembakaran yang mencemari lingkungan, dan saling membantu menjadi langkah yang perlu terus diperkuat.

Melalui kegiatan tersebut, PSMTI dan Yonif 711/Raksatama berharap semangat kemanusiaan dan gotong royong dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Kota Palu.

Sebab, menjaga udara tetap bersih bukan hanya tentang menghadapi persoalan hari ini, melainkan juga tentang memastikan generasi mendatang dapat hidup di lingkungan yang lebih sehat.(*)