PALU, – Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sulawesi Tengah menggelar ISNU Sunday Gathering di Milenium Park, Kota Palu, Minggu (1/11/2026). Kegiatan bertema “Ngopi, Berenang, dan Harmoni” ini menghadirkan diskusi bertajuk “Pendidikan Berdampak: Kuliah Gratis, Harapan dan Tantangan Program Berani Cerdas”.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pertukaran gagasan yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, legislatif, dan dunia usaha untuk membahas akses pendidikan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Enam tokoh tercantum sebagai pembicara dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Drs. H. Firmanza DP, S.H., M.Si., yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Syam Zaini, S.Pd., M.Si.; Dewan Pakar ISNU Sulteng, Prof. Dr. Hamlan, M.Ag.; Ketua PW ISNU Sulteng, Dr. Sahran Raden, S.Ag., S.H., M.H.; Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, H. Hidayat Pakamundi, S.E.; Wakil Ketua PW ISNU Sulteng, Dr. Marjun Pakaya, S.E., M.M.; serta Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra.
Akses Pendidikan dan Program Berani Cerdas
Dalam pembahasan mengenai akses pendidikan, Syam Zaini, S.Pd., M.Si., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, menjadi salah satu narasumber dari unsur pemerintah.
“Program Berani Cerdas menjadi salah satu isu penting dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Tantangannya adalah memastikan program ini tepat sasaran, berkelanjutan, dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.”
Sementara itu, Dewan Pakar ISNU Sulteng, Prof. Dr. Hamlan, M.Ag., menyoroti pentingnya menjaga kualitas pendidikan di tengah upaya memperluas kesempatan masyarakat untuk melanjutkan studi.
“Pendidikan tidak cukup hanya membuka akses untuk kuliah, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Kuliah gratis akan semakin bermakna apabila diikuti peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan integritas mahasiswa.”
Perspektif tersebut menempatkan akses pendidikan dan kualitas lulusan sebagai dua hal yang perlu berjalan beriringan. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa memperoleh gelar akademik, tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masyarakat.
ISNU Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Ketua PW ISNU Sulawesi Tengah, Dr. Sahran Raden, S.Ag., S.H., M.H., menekankan pentingnya ruang dialog untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membicarakan persoalan pendidikan.
“Melalui Sunday Gathering ini, ISNU ingin menghadirkan ruang silaturahmi sekaligus dialog intelektual yang membahas persoalan nyata masyarakat. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga pemerintah, akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan dunia usaha perlu membangun kolaborasi untuk memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda.”
Menurut perspektif yang diangkat dalam diskusi tersebut, kolaborasi menjadi salah satu aspek penting untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan pendidikan. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu membantu menjawab persoalan akses, kualitas, dan keberlanjutan pendidikan.
Dari sisi legislatif, Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, H. Hidayat Pakamundi, S.E., menyoroti pentingnya perencanaan dan pengawasan dalam pelaksanaan program pendidikan.
“Program pendidikan harus dirancang dengan perencanaan yang matang, didukung anggaran yang memadai, serta pengawasan yang transparan. Harapan kita, setiap kebijakan pendidikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan membuka kesempatan yang adil bagi generasi muda untuk meraih masa depan.”
Aspek pengawasan dinilai penting agar program pendidikan dapat berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Tantangan Mahasiswa hingga Kesiapan Kerja
Wakil Ketua PW ISNU Sulteng, Dr. Marjun Pakaya, S.E., M.M., menyoroti bahwa tantangan pendidikan tidak berhenti pada kesempatan masuk perguruan tinggi, tetapi juga mencakup kemampuan mahasiswa menyelesaikan studi.
“Tantangan pendidikan bukan hanya persoalan biaya kuliah, tetapi juga bagaimana mahasiswa dapat bertahan, menyelesaikan studinya tepat waktu, dan memiliki kompetensi setelah lulus. Karena itu, akses pendidikan perlu dibarengi pendampingan akademik dan penguatan kualitas sumber daya manusia.”
Pandangan tersebut menegaskan pentingnya dukungan yang berkelanjutan bagi mahasiswa, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, mengangkat perspektif dunia usaha mengenai kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten.
“Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan, disiplin, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, hubungan antara dunia pendidikan dan dunia usaha perlu diperkuat agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja.”
Keterhubungan antara pendidikan dan dunia usaha menjadi salah satu isu penting dalam upaya menyiapkan lulusan yang mampu bersaing serta beradaptasi dengan perubahan kebutuhan tenaga kerja.
Memadukan Silaturahmi dan Gagasan Pendidikan
Melalui ISNU Sunday Gathering, PW ISNU Sulawesi Tengah mengangkat pentingnya dialog mengenai akses pendidikan, kualitas lulusan, pengawasan program, keberlanjutan studi, dan kesiapan memasuki dunia kerja.
Mengusung semangat “Menguatkan Intelektualitas, Merawat Tradisi, Mengabdi untuk Negeri”, kegiatan ini dirancang untuk memadukan silaturahmi dengan pertukaran gagasan mengenai kemajuan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 1 November 2026, pukul 08.00–12.00 WITA di Milenium Park, Kota Palu.(*)














