Scroll untuk baca artikel
CINDOnews

Partikulat Udara Palu Capai Puncak pada 16 Oktober, Ini Data Pemantauan Terbaru

99
×

Partikulat Udara Palu Capai Puncak pada 16 Oktober, Ini Data Pemantauan Terbaru

Sebarkan artikel ini

PALU, CINDOnews– Kualitas udara di Kota Palu menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Hasil pemantauan Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri pada Minggu 18/10/26 mencatat konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai 160 mikrogram per meter kubik (µg/m³), yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Pemantauan dilakukan di Jalan Sapta Marga, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, pada pukul 14.31 hingga 15.03 WITA. Saat pengukuran berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan.

Berdasarkan hasil pengamatan, konsentrasi PM1 tercatat sebesar 153 µg/m³, PM2.5 mencapai 160 µg/m³, sedangkan PM10 berada di angka 162 µg/m³. Dalam keterangan yang disampaikan, PM2.5 dikategorikan sangat tidak sehat, sementara PM10 masuk kategori tidak sehat.

Data pemantauan tersebut juga menunjukkan bahwa konsentrasi partikulat sempat mencapai angka lebih tinggi dalam periode tujuh hari terakhir.

Nilai tertinggi PM1 tercatat sebesar 245 µg/m³ pada 16 Oktober 2026. Pada tanggal yang sama, PM2.5 mencapai 251 µg/m³ dan PM10 berada di angka 249 µg/m³.

Menanggapi kondisi tersebut, Stasiun Pemantau Atmosfer Global Lore Lindu Bariri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan debu dan menjaga kualitas udara di lingkungan sekitar.

Masyarakat disarankan menggunakan masker untuk melindungi diri dari debu serta tidak membakar sampah di halaman rumah. Selain itu, apabila nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di atas 100, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Imbauan ini menjadi perhatian penting bagi warga Kota Palu untuk mengantisipasi dampak paparan partikulat, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. (*)